Lompat ke isi
Dewanta Global Nusantara

Panduan pengiriman

Cara menghitung kubikasi dan berat volume sebelum memesan truk

Rumus P × L × T, faktor susun, dan kapan berat volume lebih menentukan daripada berat aktual.

FOTO Sari WulandariKepala Operasional 7 menit baca Contoh
Petugas gudang mengukur dimensi kardus di atas palet dengan meteran
Daftar isi
  1. Rumus dasar kubikasi
  2. Contoh: 40 karton
  3. Contoh: barang di atas palet
  4. Berat volume
  5. Dari kubikasi ke pilihan unit
  6. Tiga kesalahan umum
  7. Ringkasan

Kubikasi adalah volume ruang yang dipakai barang Anda, dinyatakan dalam meter kubik (m³). Angka ini menentukan unit yang dibutuhkan, dan pada banyak layanan juga menentukan biaya.

Kesalahan hitung kecil bisa berakibat besar. Kurang 2 m³ berarti barang tidak muat dan unit kedua harus dipesan mendadak. Lebih 10 m³ berarti Anda membayar ruang kosong.

Rumus dasar kubikasi

Ukur panjang, lebar, dan tinggi satu koli dalam sentimeter, termasuk kemasan atau paletnya. Kalikan ketiganya, lalu bagi dengan 1.000.000 untuk mengubah cm³ menjadi m³.

m³ =P × L × T (cm)1.000.000× jumlah koli

Contoh: 40 karton

Satu karton berukuran 60 × 40 × 50 cm. Anda mengirim 40 karton.

  1. Volume satu karton: 60 × 40 × 50 = 120.000 cm³.
  2. Ubah ke m³: 120.000 ÷ 1.000.000 = 0,12 m³.
  3. Total: 0,12 × 40 = 4,8 m³.

Contoh: barang di atas palet

Untuk barang berpalet, ukur palet beserta tumpukan di atasnya. Palet standar 120 × 100 cm dengan tumpukan setinggi 110 cm bervolume 1,32 m³. Sepuluh palet berarti 13,2 m³.

Berat volume: kapan kubikasi lebih menentukan

Barang ringan tapi besar, seperti busa atau kemasan plastik kosong, memenuhi bak sebelum batas tonase tercapai. Untuk itu dipakai berat volume: kubikasi dikali faktor konversi. Biaya dihitung dari yang lebih besar antara berat aktual dan berat volume.

Faktor umum. Angka pasti bergantung pada penyedia. Contoh.
ModaFaktor konversi1 m³ setara
Darat (truk)1 m³ = 250–333 kg250–333 kg
Laut LCL1 m³ = 1.000 kg1 ton (W/M)
UdaraP × L × T ÷ 6.000±167 kg

Dari kubikasi ke pilihan unit

Kubikasi bak tidak pernah terisi 100%. Ada celah antarkoli, ruang untuk alat ikat, dan barang yang tidak boleh ditumpuk. Gunakan patokan 85% dari kubikasi bak sebagai batas aman.

  • Sampai ±7,5 m³: CDE box (kubikasi 9 m³).
  • Sampai ±14 m³: CDD box (16,8 m³).
  • Sampai ±25 m³: Fuso box (30,2 m³).
  • Di atas 25 m³: tronton atau kontainer 40 kaki.

Kapasitas unit: contoh

“Sebagian besar unit kedua yang dipesan mendadak berawal dari satu hal: tinggi palet tidak diukur bersama tumpukannya.”

Sari Wulandari, Kepala Operasional Dewanta Global Nusantara · Contoh

Tiga kesalahan yang paling sering terjadi

  1. Mengukur barang tanpa kemasan. Kemasan kayu bisa menambah 10–15 cm di setiap sisi.
  2. Mencampur satuan. Panjang dalam meter dan lebar dalam sentimeter menghasilkan angka yang meleset ratusan kali.
  3. Mengabaikan barang yang tidak bisa ditumpuk. Barang mudah pecah memakai tinggi bak penuh walau tingginya hanya separuh.

Ringkasan

  • m³ = P × L × T (cm) ÷ 1.000.000 × jumlah koli.
  • Ukur bersama kemasan dan palet, dalam satuan yang sama.
  • Untuk barang ringan bervolume besar, biaya mengikuti berat volume.
  • Pakai batas 85% dari kubikasi bak saat memilih unit.

Diperbarui 3 Oktober 2026 · Ditinjau oleh tim operasional Dewanta Global Nusantara

Sudah punya angkanya? Penawaran tertulis dalam 30 menit.

Di jam kerja, Senin–Sabtu 08.00–18.00 WIB. Tanpa biaya dan tanpa kewajiban.

Minta penawaran WhatsApp