Pilihan antara FCL (satu kontainer penuh untuk Anda) dan LCL (muatan digabung dengan pengirim lain) tidak cukup diputuskan dari tarif laut saja. Biaya di pelabuhan dan risiko waktu sering membalik hasil hitungan.
Panduan ini membantu Anda menghitung titik impasnya dengan angka sendiri.
Titik impas volume
Tarif LCL dihitung per m³ atau per ton, mana yang lebih besar (W/M). Tarif FCL dihitung per kontainer, berapa pun isinya. Bagi tarif FCL dengan tarif LCL per m³ untuk menemukan titik impasnya.
Contoh: FCL 20 ft Surabaya–Makassar Rp9.000.000, LCL Rp600.000 per m³. Titik impasnya 15 m³. Di atas 15 m³, FCL lebih hemat walau kontainer tidak penuh.
Ragu dengan dokumen atau jadwal Anda?
Kirim pertanyaan lewat WhatsApp. Tim forwarding kami membalas dalam 30 menit di jam kerja.
Tanya tim kami
Biaya tambahan di pelabuhan
LCL membawa biaya yang tidak muncul pada FCL: biaya CFS (gudang konsolidasi), handling per m³, dan biaya dokumen per pengirim. Untuk muatan kecil, biaya ini bisa mencapai 30% dari total.
FCL punya risiko biaya sendiri: demurrage dan detention bila kontainer terlambat dikembalikan. Pastikan jadwal bongkar di gudang tujuan siap sebelum kapal tiba.
Risiko waktu konsolidasi
Muatan LCL menunggu kontainer penuh sebelum dikirim, lalu menunggu dibongkar di gudang CFS tujuan. Tambahkan 3–5 hari ke estimasi transit. Bila barang Anda dibutuhkan untuk produksi atau proyek dengan tenggat, selisih waktu ini sering lebih mahal daripada selisih tarif.
Diperbarui 3 Oktober 2026 · Ditinjau oleh tim operasional Dewanta Global Nusantara