Lompat ke isi
Dewanta Global Nusantara

Ekspor impor

Tujuh dokumen ekspor yang paling sering terlewat

Dari Certificate of Origin sampai fumigasi, lengkap dengan siapa yang menerbitkannya.

FOTO Sari WulandariKepala Operasional 6 menit baca Contoh
Meja kerja dengan tumpukan berkas, stempel, dan laptop
Daftar isi
  1. Dokumen dasar yang wajib ada
  2. Dokumen tambahan sesuai negara tujuan
  3. Cara mencegah dokumen terlewat
  4. Ringkasan

Sebagian besar kontainer ekspor yang tertahan bukan karena barangnya, tetapi karena satu dokumen belum siap saat closing time. Setiap hari tertahan menambah biaya penumpukan dan bisa membuat kontainer tertinggal kapal.

Dokumen dasar yang wajib ada

Commercial invoice dan packing list Anda terbitkan sendiri, dan isinya harus sama persis: jumlah koli, berat, dan uraian barang. PEB (pemberitahuan ekspor barang) diajukan ke bea cukai sebelum barang masuk pelabuhan. Bill of Lading diterbitkan pelayaran setelah kontainer dimuat.

Dokumen tambahan sesuai negara tujuan

Certificate of Origin (COO) diterbitkan instansi berwenang dan dibutuhkan pembeli untuk tarif bea masuk preferensi. Sertifikat kesehatan diperlukan untuk produk pangan, dan sertifikat fumigasi untuk kemasan kayu atau komoditas pertanian.

Cara mencegah dokumen terlewat

Buat daftar periksa per negara tujuan dan per jenis barang. Mulai pemeriksaan paling lambat lima hari sebelum stuffing, sehingga masih ada waktu mengurus dokumen yang kurang. Kirim salinan draf ke pembeli untuk dicek sebelum dokumen final diterbitkan.

Ringkasan

  • Invoice, packing list, PEB, dan B/L wajib di setiap ekspor.
  • COO, sertifikat kesehatan, dan fumigasi bergantung pada barang dan negara tujuan.
  • Periksa semua dokumen paling lambat lima hari sebelum stuffing.

Diperbarui 3 Oktober 2026 · Ditinjau oleh tim operasional Dewanta Global Nusantara

Sudah punya angkanya? Penawaran tertulis dalam 30 menit.

Di jam kerja, Senin–Sabtu 08.00–18.00 WIB. Tanpa biaya dan tanpa kewajiban.

Minta penawaran WhatsApp