Export and import
Tujuh dokumen ekspor yang paling sering terlewat
Dari Certificate of Origin sampai fumigasi, lengkap dengan siapa yang menerbitkannya.
This article is currently available in Indonesian only.
PHOTO
Sari WulandariKepala Operasional
6 min read
Sample
Contents
- Dokumen dasar yang wajib ada
- Dokumen tambahan sesuai negara tujuan
- Cara mencegah dokumen terlewat
- Summary
Sebagian besar kontainer ekspor yang tertahan bukan karena barangnya, tetapi karena satu dokumen belum siap saat closing time. Setiap hari tertahan menambah biaya penumpukan dan bisa membuat kontainer tertinggal kapal.
Dokumen dasar yang wajib ada
Commercial invoice dan packing list Anda terbitkan sendiri, dan isinya harus sama persis: jumlah koli, berat, dan uraian barang. PEB (pemberitahuan ekspor barang) diajukan ke bea cukai sebelum barang masuk pelabuhan. Bill of Lading diterbitkan pelayaran setelah kontainer dimuat.
Unsure about your documents or schedule?
Send your question on WhatsApp. Our forwarding team replies within 30 minutes during working hours.
Ask our team
Dokumen tambahan sesuai negara tujuan
Certificate of Origin (COO) diterbitkan instansi berwenang dan dibutuhkan pembeli untuk tarif bea masuk preferensi. Sertifikat kesehatan diperlukan untuk produk pangan, dan sertifikat fumigasi untuk kemasan kayu atau komoditas pertanian.
Cara mencegah dokumen terlewat
Buat daftar periksa per negara tujuan dan per jenis barang. Mulai pemeriksaan paling lambat lima hari sebelum stuffing, sehingga masih ada waktu mengurus dokumen yang kurang. Kirim salinan draf ke pembeli untuk dicek sebelum dokumen final diterbitkan.
Summary
-
Invoice, packing list, PEB, dan B/L wajib di setiap ekspor.
-
COO, sertifikat kesehatan, dan fumigasi bergantung pada barang dan negara tujuan.
-
Periksa semua dokumen paling lambat lima hari sebelum stuffing.
Updated 3 October 2026 · Reviewed by the Dewanta Global Nusantara operations team