01
Tantangan
Klien memindahkan seluruh lini produksi kemasan dari Cikarang ke pabrik baru di Kawasan Industri Makassar. Setiap hari lini berhenti, pesanan pelanggan tertunda.
Target dari manajemen: produksi di Makassar harus berjalan lagi dalam 14 hari sejak mesin pertama dibongkar.
- Mesin terberat 18 tonButuh lowbed dan crane 50 ton di kedua sisi.
- Komponen presisiGetaran berlebih bisa menggeser kalibrasi.
- Jadwal kapal terbatasHanya dua kapal yang bisa memuat flat rack minggu itu.
02
Solusi
-
1
Survei dan rencana angkat
Tim mengukur setiap mesin, titik berat, dan akses di kedua pabrik. Rigging plan disetujui engineer klien H-7.
-
2
Pengemasan antigetar
Komponen presisi dilepas, dipacking kayu dengan peredam, dan dipasangi sensor guncangan.
-
3
Dua gelombang pengapalan
Mesin berat di 6 flat rack dan 4 FCL 40 ft, dibagi ke dua kapal agar jadwal tidak bergantung pada satu keberangkatan.
-
4
Bongkar dan penempatan di fondasi
Crane yang sama dimobilisasi ke Makassar. Mesin langsung ditempatkan di fondasi sesuai layout pabrik baru.
03
Hasil
- hari dari bongkar pertama sampai produksi berjalan, target 14 hari
- 11
- mesin rusak atau perlu kalibrasi ulang besar
- 0
- hari produksi diselamatkan dibanding estimasi awal klien
- 3
Data sensor guncangan dan berita acara serah terima tersedia untuk ditinjau bila tim pengadaan Anda memerlukannya.
Dokumentasi proyek
-
Pengangkatan mesin 18 ton di pabrik asal. -
FOTO: packing kayu dengan peredam dan sensor guncangan
Pengemasan komponen presisi. -
FOTO: flat rack dimuat ke kapal di Tanjung Priok
Gelombang pertama, 6 flat rack. -
FOTO: mesin ditempatkan di fondasi pabrik baru di KIMA
Penempatan di pabrik tujuan.
“Kami menyiapkan cadangan tiga hari untuk kalibrasi ulang. Ternyata tidak terpakai. Lini pertama sudah produksi di hari kesebelas.”